http://www.rimbunjob.com/info/detail/53/Apakah-Anda-seorang-perfeksionis-Dampaknya-dalam-dunia-Kerja
Anda
memiliki ambisi besar, standar yang tinggi dan dedikasi dalam
menyelesaikan pekerjaan. Tetapi mengapa Anda tidak mendapatkan pujian
dan promosi yang layak?
Ada
perbedaan besar antara peduli terhadap kualitas pekerjaan dan menjadi
perfeksionis. Sifat perfeksionis yang teliti adalah berguna dan bahkan
penting dalam banyak situasi, bahkan sering menjadi faktor pendorong di
belakang prestasi tinggi dan kerja keras, akan tetapi sifat
perfeksionisme yang berlebihan dapat menjadi bumerang untuk mencapai
prestasi yang diharapkan dan hasil yang optimal.
Ada 3 jenis perfeksionisme:
- Perfeksionisme terhadap diri sendiri. Individu dengan jenis pefeksionisme ini cenderung memiliki standar yang tidak realistis untuk diri mereka sendiri, dan dalam usaha untuk memenuhi standar tersebut, mereka dapat menjadi terlalu kritikal dan fokus pada kekurangan mereka sendiri
- Perfeksionisme terhadap lingkungan dan orang lain. Tipe perfeksionisme ini menggambarkan individu yang memiliki standar yang tidak realistis dan harapan yang tinggi terhadap kemampuan orang di sekitar mereka . Orang-orang yang menampilkan karakteristik ini sering terlalu evaluatif terhadap kinerja orang lain.
- Perfeksionisme sosial. Perfeksionisme sosial terjadi ketika seseorang percaya bahwa orang lain memiliki harapan perfeksionis terhadap mereka. Termotivasi oleh rasa takut mengecewakan orang lain, mereka percaya bahwa mereka akan dihargai hanya jika mereka menghasilkan pekerjaan yang sempurna.
Apakah anda seorang perfeksionis:
1. Apakah anda menjadi frustrasi dan merasa bahwa Anda selalu tertinggal dibanding dengan orang lain? 2. Apakah Anda merasa orang lain selalu menilai Anda ?
Dari pilihan pakaian sampai pilihan kata Anda, bahwa Anda secara terus menerus dinilai oleh
orang-orang dalam kehidupan Anda ? 3. Apakah Anda selalu mengkritik diri sendiri bahkan ketika sedang mempelajari sesuatu yang baru? 4. Apakah Anda mengharapkan untuk melakukan segalah hal dengan baik setiap saat ? 5. Ketika Anda melakukan sesuatu yang memuaskan, apakah biasanya kepuasan
anda hanya sementara (misalnya: hari berikutnya Anda kembali mencoba untuk mencapai target yang baru) ? 6. Dalam menyelesaikan pekerjaan, apakah ada aturan mengenai cara yang "benar" dan "salah"
dalam melakukannya ? Apalah Anda merasa tidak nyaman dengan cara-cara alternatif yang disarankan?
Pengaruh Perfeksionisme dalam kehidupan bekerja dan pribadi:
- Stress. Efek perfeksionisme di tempat kerja yang biasa dirasakan adalah stres. Karyawan yang perfeksionis akan terus merasakan tekanan untuk menyelesaikan setiap proyek ke tingkat kesempurnaan dan ia sering akan menjadi stres apabila pekerjaan yang selesai tidak memenuhi standar atau harapan. Begitu banyaknya waktu yang dihabiskan untuk mendapatkan suatu hasil yang sempurna seringkali membuat mereka tidak mampu menyelesaikan pekerjaan mereka dalam waktu yang ditentukan.
- Menunda Pekerjaan. Karyawan perfeksionis biasanya menjadi sangat kewalahan oleh keinginan untuk menyelesaikan tugas atau proyek dengan sempurna sehingga ia menjadi tidak mampu memulai suatu proyek. Mereka menjadi terlalu fokus dalam membuat perenrencana an yang sempurna, ke titik dimana proyek itu sendiri tidak pernah dimulai.
- Hubungan dengan kolega yang tidak harmonis. Sifat perfeksionis sering menyebabkan perpecahan antara karyawan dan rekan kerjanya. Ekspektasi yang tidak sesuai dari tim kerja dapat menyebabkan stress dan depresi yang akan memperlambat produktivitas tim tersebut.
Mengatasi
kecenderungan dan perilaku perfeksionisme berlebihan diperlukan untuk
kualitas hidup yang lebih bahagia baik di kantor maupun di rumah. Selalu
ingat bahwa dunia ini tidak sempurna, manusiapun tidak sempurna dan
dalam hidup ini kita terus belajar dan membuat kesalahan.
Cara Mengatasi Perfeksionisme Berlebihan:
- Berpikir positif. Belajar menerima kesalahan dan tidak terus menyalahkan diri sendiri.
- Jangan bersikap terlalu kritis terhadap diri sendiri, kolega kerja maupun partner hidup anda. Ingatlah selalu bahwa setiap orang ada kelebihan maupun kelemahan. Belajarlah untuk menerima dan bersifat santai dalam menjalani hidup.
- Buatlah suatu ekspektasi yang realistik. Sangatlah tidak realistis untuk mengharapkan kesempurnaan dari siapa pun, bahkan dari diri sendiri. Dengan memegang harapan yang tidak realistis , Anda hanya akan mendapatkan kekecewaan dan ketidakpuasan.
Contributor
Debby Lim (www.rimbunjob.com - Top recruitment agency in Indonesia)


No comments:
Post a Comment